Binary Option Tergolong Judi?

Binary Option Tergolong Judi?

Beberapa tahun belakangan, binary option menjadi salah satu platform trading dengan peminat yang besar. Kesuksesan strategi pemasarannya membuat banyak orang kepincut untuk menjajal binary option. Sebetulnya, sebelum binary option ramai digandrungi, sudah ada instrumen trading yang mekanismenya mirip, yakni trading forex. Lantas, apa perbedaan keduanya?

Bedanya Binary Option dengan Trading Forex

Pada dasarnya, baik binary option maupun trading forex sama-sama memiliki mekanisme spekulasi. Bedanya adalah instrumen yang dijadikan bahan spekulasi oleh trader.

Trading Forex berspekulasi pada harga mata uang yang umumnya melibatkan prediksi pergerakan antara dua mata uang, seperti Euro vs Dolar AS (EUR/USD). Di sini, para trader diminta untuk menilai apakah kurs mata uang tersebut akan mengalami kenaikan atau malah turun terhadap nilai mata uang lainnya.

Dalam kegiatan trading forex, tentu para trader tidak sembarangan berspekulasi. Dalam memprediksi pergerakan nilai mata uang, trader diantaranya berpatokan pada informasi mengenai permintaan global dalam arus perdagangan, kondisi ekonomi, serta situasi politik dan geopolitik suatu negara.

Sedangkan, cakupan aset yang diperdagangkan di platform binary option lebih luas lagi. Para trader dapat memilih sendiri aset yang akan diprediksi nilainya, seperti indeks saham, mata uang, atau komoditas dalam waktu yang telah ditentukan. Periode prediksi ini umumnya berkisar antara satu menit hingga beberapa jam.

Opsi dalam binary option terdiri dari call (dipilih bila trader memprediksikan nilai aset akan naik) atau put (jika trader menebak nilai sebuah aset akan turun).

Umumnya, trader akan memperoleh keuntungan sebesar 60 hingga 90 persen bila prediksinya benar. Namun, jika prediksinya salah, maka modal yang dipertaruhkan dalam satu prediksi tersebut akan hilang sepenuhnya.

Binary Option Lebih Mirip Judi.”

Binary option sebetulnya telah menuai kontroversi sejak lama. Bahkan, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menilai aktivitas biner ini lebih mirip judi dibanding instrumen investasi. “Jadi binary option ini lebih mirip seperti judi ketimbang sebagai instrumen investasi,” kata Sutopo kepada Kontan.co.id, Selasa (26/1).

Lebih lanjut, platform binary option ternyata tak pernah memperoleh izin dari Bappebti. Hal ini dikonfirmasi secara langsung oleh Plt Kepala Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) Indrasari Wisnu Wardhana.

“Bappebti tidak pernah menerbitkan izin untuk Binary Option karena merupakan kegiatan yang dilarang oleh UU PBK (Perdagangan Berjangka Komoditi) pasal 1 angka 8 UU No 10 tahun 2011 tentang Perubahan atas UU No 32 tahun 1997,” katanya kepada Kompas.com pada Selasa (25/1) lalu.

Peran Affiliator dalam Memasarkan Produk Binary Option

Meskipun demikian, nyatanya aktivitas biner ini makin ramai digandrungi. Hal tersebut tak terlepas dari peran para affiliator dan influencer dalam memasarkan platform binary option.

Sayangnya, beberapa waktu lalu, salah satu platform biner berikut para affiliator-nya telah diringkus oleh pemerintah karena tersandung kasus penipuan yang mengakibatkan kerugian miliaran rupiah.

Tersandung Kasus, Segini Estimasi Penghasilan Affiliator Binary Option

Kasus penipuan binary option ini bermula ketika seorang trader sekaligus youtuber Maru Nazara mengaku sebagai korban pasca menyadari penipuan platform binary option yang digunakannya.

"Indra Kenz dan Doni Salmanan adalah affiliator binary option, kalian harus diproses hukum kalian telah menjerumuskan banyak orang dan kalian affiliator dan bukan trader, kalian menipu dan memanipulasi, setiap orang yang loss kalian mendapat bagian 70 persen. Saya rugi Rp540 juta, bahkan ada yang puluhan juta, miliaran, ada yang jual harta dan rumah, ada juga yang bercerai,” kata pemilik kanal YouTube Panggung Inspirasi Official ini.

Estimasi Penghasilan Affiliator Binary Option

Mengikuti kabar yang sedang memanas, Felicia Putri Tjiasaka, seorang financial content creator, mencoba menghitung estimasi pendapatan seorang affiliator binary option, yakni Indra Kenz.

Dari kabar yang beredar, diketahui bahwa Crazy Rich Malang tersebut mendapatkan keuntungan 70 persen dari tiap loss. Dari kasus Indra Kenz, untuk mengetahui besar pendapatannya, harus diketahui berapa banyak user yang memakai kode referal dari affiliator dan perkiraan berapa orang yang mengalami loss. Selanjutnya, kita akan mengalikannya dengan loss transaction value dan persen komisi yang didapat.

RUMUS: Active Trader x Loss Transaction Value x % Komisi

Masalahnya, dari mana kita bisa mendapatkan angka orang yang bertransaksi menggunakan kode referal? Nah, perkiraannya tersebut salah satunya dapat dilihat dari jumlah member Kursustrading Crypto milik Indrakenz yang beranggotakan hampir 130 ribu member.

Dari sini, kita anggap bahwa hanya 10% member yang aktif melakukan trading. Artinya, member yang bertransaksi menggunakan kode referal dari affiliator kira-kira berjumlah 13 ribu orang. Jika dihitung secara konvensional, anggaplah bahwa tiap orang mengalami loss sebesar Rp1 juta per bulan sehingga perhitungannya menjadi:

Affiliator Income = Active Trader x Loss Transaction Value x % Komisi

Affiliator Income = 13.000 x Rp1 juta x 70%

Affiliator Income = Rp6,3 miliar

Jadi, berdasarkan perhitungan tersebut, maka estimasi penghasilan yang diperoleh Indra Kenz sebagai affiliator binary option adalah sebesar Rp6,3 miliar per bulan. Bagaimana? Masih tertarik menjajal binary option?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *