Apa Itu Stablecoin dan Apa Saja yang Perlu Anda Ketahui Tentangnya

Apa Itu Stablecoin dan Apa Saja yang Perlu Anda Ketahui Tentangnya

StableCoin

Jika Anda pernah terlibat dengan cryptocurrency, mungkin Anda sudah dengar istilah stablecoin. Apa sebenarnya stablecoin itu? Berikut artikel singkat untuk membantu Anda memahami kelas cryptocurrency tersebut.

Apa itu stablecoin?

Karena transaksi pembayaran cryptocurrency tidak memerlukan lembaga perantara, ia dapat digunakan oleh siapa saja di mana saja di dunia.

Namun, tidak seperti uang fiat yang dikeluarkan pemerintah seperti dolar AS, atau emas, kelemahan cryptocurrency ada di harganya yang dapat berfluktuasi secara terus menerus dan drastis, yang membuatnya sulit untuk penggunaan sehari-hari. Misalnya, hari ini bitcoin dihargai di angka $40.000. Harganya bisa naik menjadi $44.000 keesokan harinya, berubah 10% hanya dalam 1 hari.

Stablecoin mencoba mengatasi fluktuasi harga dengan mengikat nilai cryptocurrency ke aset lain yang lebih stabil– biasanya mata uang fiat.

Didukung oleh aset di luar cryptocurrency, harga Stablecoin biasanya “stabil”, yang menjadi alasan dibalik namanya, sehingga potensi risiko keuangan menjadi berkurang. Stablecoin yang didukung oleh mata uang fiat, misalnya Dolar AS, pada dasarnya menghadapi risiko yang sama seperti aset pendukungnya. Ada hampir 200 stablecoin di dunia saat ini. Stablecoin menawarkan transaksi yang cepat, privasi dan keamanan pembayaran cryptocurrency sambil tetap memastikan stabilitas bebas-volatilitas, terutama bagi investor yang menghindari risiko.

Jenis-jenis Stablecoin

Stablecoin dapat diklasifikasikan menurut jenis aset yang mendukungnya, terutama – mata uang fiat, komoditas, aset crypto, dan Seigniorage atau stablecoin non-kolateral

Jenis stablecoin ini memperlihatkan stabilitas harganya. Karena stabilitas yang dimiliki stablecoin mengurangi volatilitasnya, pelaku pasar yang dulu sempat goyah sekarang merasa lebih mudah untuk memasuki pasar crypto.

1. Stablecoin yang didukung fiat

Mata uang, misalnya Dolar AS atau Yuan Tiongkok, digunakan sebagai kolateral atau jaminan untuk mendukung atau mem-backing stablecoin. Ini adalah backing yang paling sering digunakan. Stablecoin dapat dipatok dengan rasio 1:1 terhadap mata uang fiat.

Misalnya, uang tunai dingin dengan jumlah setara, yang mendukung stablecoin digital dengan jumlah yang sama, disimpan dengan aman di “cadangan” seperti bank fisik. Uang yang digunakan sebagai kolateral dapat ditarik dari cadangan untuk ditukarkan dengan token.

Apa itu stablecoin

Total volume stablecoin pada Juli 2021

Contoh stablecoin yang didukung fiat adalah Tether (USDT) yang merupakan stablecoin pertama di pasar. Stablecoin yang didukung Fiat menawarkan stabilitas paling tinggi. Nilai 1 USDT akan sama dengan nilai 1 Dolar AS, dan Anda dapat menggunakan USDT untuk membeli mata uang crypto apa pun.

Saat ini, stablecoin yang beredar berjumlah $275 miliar, dimana USDT menjadi stablecoin yang paling dominan.

2. Stablecoin yang didukung Cryptocurrency

Cara lain untuk mengelompokkan stablecoin adalah dengan menggunakan cryptocurrency lain, misalnya, Ether, selain dengan mata uang fiat. Stablecoin yang didukung Cryptocurrency didesentralisasi tanpa ada satu orang atau entitas pun yang mengendalikan dana.

Ini adalah bentuk stablecoin yang paling kompleks karena backing biasanya melalui beberapa cryptocurrency agar potensi risiko terdistribusi dengan lebih baik. Salah satu contoh stablecoin tersebut adalah DAI oleh MakerDAO, yang dipatok terhadap Dolar AS dan memiliki sekeranjang aset crypto sebagai cadangan.

Apa itu stablecoin

3. Stablecoin yang didukung komoditas

Ini meliputi penggunaan aset keras seperti logam mulia, misalnya emas (paling sering digunakan) dan perak, real estat, atau minyak. Stabilitas ada karena stablecoin terikat dengan nilai dari logam mulia ini.

4 Stablecoin non-kolateral

Proses ini tidak melibatkan cadangan atau aset, namun terjadi melalui algoritme dengan menerapkan kontrak pintar secara independen.

Koin dibuat atau dihancurkan oleh algoritme agar sesuai dengan harga targetnya. Misalnya, jika harga target turun, koin akan di-burn untuk menaikkan harga stablecoin, mirip dengan cara bank mencetak uang kertas untuk mempertahankan penilaian harga mata uang fiat.

Perbandingan Stablecoin

Sebagian besar stablecoin yang didukung fiat dapat digunakan secara bergantian atau saling ditukar. Misalnya, 1 USDT hampir sama nilainya dengan 1 USDC atau 1 BUSD. Semuanya didukung oleh Dolar AS, dan hanya penerbitnya saja yang berbeda.

Apa itu stablecoin

Kredit Gambar: Steemit

Cara Menggunakan Stablecoin

Stablecoin dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa. Ibarat Dolar AS dalam bentuk digital, di mana 1 stablecoin (USDT atau USDC) sama dengan 1 Dolar AS. Stablecoin dapat dibeli langsung dari exchange atau pertukaran umum.

Mereka dapat digunakan untuk transfer uang global dan pembayaran yang cepat dan murah, antara exchange fiat dan cryptocurrency. Berkembangnya keuangan terdesentralisasi, atau DeFi, juga telah mendorong penggunaan stablecoin.

Pengguna Crypto dapat mengirim uang ke seluruh dunia secara instan dalam hitungan detik. Stabilitasnya juga membuat transaksi lancar dan aman. Jika terjadi pergeseran harga yang besar, uang dapat dipindahkan ke stablecoin sampai pasar mulai tenang dan stabil, yang memberikan opsi yang tidak terlalu fluktuatif kepada investor. Stablecoin juga dapat dengan mudah ditukar dengan mata uang fiat atau mata uang crypto lainnya, membuatnya mudah untuk diperdagangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *