BINARY OPTION DAN TRADING ILEGAL LAINNYA HANYALAH CUAN DI ANTARA KEMALASAN

BINARY OPTION DAN TRADING ILEGAL LAINNYA HANYALAH CUAN DI ANTARA KEMALASAN

Bukan hanya perkara mencari cuan dengan mudah dan instan, kehadiran dari broker maupun afiliator trading bodong seperti binary option ini justru hype karena sebagian kaum yang malas, FOMO, minim "literasi" dan jauh dari kata "mengerti".

title

FROYONION.COM - Semangat kolektif untuk menjadi seorang trader ataupun investor sukses tentu merupakan hal yang didambakan oleh para pemula. Namun akan berbeda alur ceritanya jika hal tersebut tidak didukung dengan pengetahuan yang cukup mengenai investasi ataupun bisnis. Alih-alih high risk high return, namun yang dapet malah high risk no return-return.

Nah, hal itulah yang kiranya sedang dirasakan oleh ribuan orang yang menjadi korban binary option ini. Kerugian yang dialami para korban juga gak tanggung-tanggung, ada yang ratusan hingga miliaran rupiah.

Buat lo yang belom tahu, binary option ini bisa dibilang kegiatan judi berbalut trading di bidang perdagangan berjangka komiditas (PBK). Baik itu website maupun aplikasi yang beredar seperti Binomo, IQ Option, Olymptrade, Quotex serta platform lain sejenisnya tidak memiliki legalitas di Indonesia.

Dilansir dari kumparan.com, salah satu korban dari binary option mengungkapkan pada awal memasuki pandemi COVID- 19, ketika situasi yang lagi susah-susahnya, doi kepincut dengan salah satu video YouTube influencer yang turut meng-endorse binary option ini dengan cara flexing kekayaan dan keuntungan besar yang didapat dari trading di Olymptrade.

BINARY OPTION TRADING BERKEDOK JUDI?

Awal mulanya, doi memulai trading dengan deposit sebesar USD 200 kalau dirupiahkan itu sekitar 2,8 juta. Doi juga diberi tahu jika daftar melalui link yang diberikan affiliator itu bisa dapat bonus deposit 100 persen. Yaa, kurang lebih, miriplah kayak lo ngundang orang main TikTok pake link.

Dan pada bulan pertama trading, doi mendapatkan profit. Berawal dari sanalah doi berani untuk deposit lebih besar lagi sampe menjadi USD 1.000 atau sekitar 14 juta. Namun, apa mau dikata, semakin lama trading, doi lebih banyak loss ketimbang profit. Gak cuman disitu aja, dengan sistem kompensasi yang digunakan oleh para broker binary option ini, membuat para player ini termanipulasi dan selalu menggelontorkan uangnya untuk trading.

Padahal alih-alih trading atau investasi, binary option ini lebih mirip seperti betting alias judi. Karena dengan sistemnya, lo bakal dituntut untuk menebak kenaikkan atau penurunan harga aset tertentu, dan diminta untuk menebak ke arah mana harga akan bergerak dengan jangka waktu tertentu.

Misalnya lo menebak harga suatu aset investasi itu bisa naik dalam kurun waktu dua menit, dan pada saat dua menit tersebut harga suatu aset tersebut naik dari 110 menjadi 120, maka lo bisa mengantongi keuntungan 80% dari modal.

Namun kalo lo salah menebak, maka modal yang lo setorkan akan hangus tanpa sisa. Selain perbandingan risk to rewardnya ga sebanding dan seimbang, binary option ini juga memanipulasi para player.

Kalau menurut pak Gema Geoyadi dalam akun YouTubenya, binary option ini bentuk judi dengan memanipulasi harga aset dengan sementara supaya banyak player yang salah dalam menebak. Alhasil banyak para korban yang kehilangan bermiliaran, hampir bunuh diri, hingga menjadi gila akibat penipuan opsi binari ini.

CUAN DI ANTARA KEMALASAN

Di zaman sekarang, terutama buat kaum yang muda-muda. Lo akan selalu terpapar dengan banyak informasi yang bebas dan liar. Ngeliat orang sukses dikit, ngeliat temen dapet profit 100 ribu, udah FOMO. Kalau mental udah kayak gitu, potensi lo buat mudah dimanipulasi dan ditipu itu lebih gede.

Hadirnya manusia-manusia ambis yang kebelet kaya dengan menghiraukan self education ini pun, jadi target empuk bagi orang banyak. Salah satunya para influencer yang menjadi afiliator di binary option.

Dengan less moralnya, mereka mengajak para korban untuk trading dengan flaxing kekayaan, kendaraan mevvah, dan saldo rekening bak nomor handphone. Padahal kuat dugaan hasil yang mereka pamerkan itu berasal dari profit sharing dan dari loss para member. Namun dengan minimnya pengetahuan lo dan malasnya mencari tahu, lo malah kepincut dengan yang begituan.

Gue termasuk golongan orang yang lebih mengutamakan active income ketimbang passive income. Jadi ketika ada orang yang pernah ngajak buat ikutan trading di binary option ini, gua gak tertarik sama sekali. Menurut gue active income duluan, passive income belakangan. Kalo udah belajar, punya skill yang mumpuni, pendapatan yang mapan, baru mikirin passive income.

Namun disclaimer, itu cuman perspektif gue, dan gak menyalahkan mereka yang kepengen passive income duluan. Kalo lo memang ingin mengembangkan passive income lo, ya boleh-boleh aja, tapi dengan catatan bukan sebagai dalih karena lo MALES dan pengen yang serba instan. Dan lo juga harus dituntut lebih banyak belajar dan gak bermain dalam ranah emosi jika memang lebih mengutamakan passive income.

Kan sayang, lo udah capek-cape nabung 1 juta, eh karena FOMO ngeliat temen profit dikit dan minim literasi. Uang lo malah habis di binomo karena pengennya cuman yang instan. Mau gimanapun civs, di dunia ini gak ada yang namanya kaya secara instan, kecuali kalo lo hoki dan terlahir sebagai Rafathar atapun adeknya. Xixixi. (*/Photo credit: Nicholas Capello via Unplash.com)

Bayu Dewantara

Mahasiswa UI(n) Jakarta, Content Writer, Civillion, Penulis buku antologi "Jangan Bandingkan Diriku" dan "Kumpulan Esai Tafsir Progresif"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *