Jangan Asal Gunakan Indikator CCI!

Jangan Asal Gunakan Indikator CCI!

Jangan Asal Gunakan Indikator CCI!

Jangan asal gunakan indikator CCI. Mengapa? Seperti yang diketahui, indikator CCI atau Commodity Channel Index merupakan salah satu indikator analisa teknikal. Bagi trader khusunya pemula, penting untuk mengetahui tentang indikator ini. Alasannya, tak lain karena dari fungsi indikator tersebut.

Pada awal kemunculannya, indikator CCI ini digunakan untuk analisis harga komoditas. Namun seiring perkembangannya, kini CCI sudah menjadi salah satu indikator yang populer. Anda dapat memanfaatkannya untuk menganalisis pergerakan forex atau mata uang dan indexs saham.

Dalam penggunaannya, indikator ini merupakan indikator sejenis oscillator yang awalnya untuk mengukur tingkat kejenuhan harga, baik itu jenuh beli (overbought) maupun jenis jual (oversold). Namun pada prakteknya, indikator ini juga dapat digunakan untuk menunjukan arah trend.

Pengertian Indikator CCI

Commodity Channel Index merupakan indikator analisis teknikal yang dikembangkan dan digunakan untuk mengidentifikasi tren siklikal di sebuah instrumen. Indikator ini pertama kali dikenalkan oleh Donald Lambert pada bukunya yang berjudul “Commodities Channel Index: Tools for Trading Cyclical Trends” di tahun 1980.

Dengan adanya indikator ini, trader dapat bertransaksi saat momen yang tepat dengan hasil yang optimal. Sebagai catatan penting, momentum alias timing menjadi salah satu hal penting dalam trading.

Zona Indikator CCI

1. Zona Overbought

Diartikan sebagai jenuh beli atau harga sudah terlalu tinggi sehingga diperkirakan segera mengalami penurunan. Pada CCI, area overbought di atas level 100 dan terkonfirmasi sebagai sinyal sell atau jual.

2. Zona Tengah

Diartikan ketika nilai indikator CCI berada antara -100 dan 100. Bisa juga dikatakan ,berada di zona tengah. Pada saat itu gerakan market cenderung mendatar. Pada saat ini lebih disarankan untuk tidak membuka posisi. Hal ini karena, anda akan sulit memprediksi harga akan naik atau turun.

3. Zona Oversold

Diartikan sebagai jenuh jual dan menunjukkan kalau harga sudah cukup rendah. Hal ini bisa diprediksikan harga bisa naik karena area oversold ini ada di level -100 dan dikonfirmasi sebagai sinyal buy.

Sebagai Pemberi Sinyal

Dalam prakteknya, indikator CCI tak hanya memberi tanda mengenai tingkat kejenuhan harga. Namun juga sebagai pemberi sinyal yang akurat. Ada beberapa cara yang dapat Anda gunakan terkait indikator CCI sebagai pemberi sinyal, yaitu:

1. Sinyal Buy terjadi ketika indikator CCI memotong level -100 dari bawah.
2. Sinyal Sell ditunjukan ketika garis CCI memotong level 100 dari atas.

Tapi ada hal penting yang harus Anda ingat. Bahwa sinyal akan lebih valid jika sinyal berjalan searah dengan trend. Artinya sinyal sell biasanya akan valid jika muncul saat downtrend. Sebaliknya, sinyal buy akan valid, jika muncul pada saat uptrend.

Meski kadang sinyal yang berlawanan dengan arah trend bisa dimanfaatkan, namun hasilnya tidak semaksimal sinyal yang searah dengan arah trend. Untuk itulah, penting bagi Anda untuk mencermati terlebih dahulu trend yang sedang berlangsung dipasar.

Sebagai Penunjuk Menemukan Divergen

Divergence adalah tanda awal perubahan pasar yang menunjukkan kapan pasar kehilangan kekuatan. Selagi pasar sedang bergerak ke satu arah, kekuatan sesungguhnya sedang bersiap-siap berbalik/Reversal.

Pada dasarnya, divergence trading adalah trading menggunakan patokan perbedaan antara pergerakan harga dengan pergerakan indikator Oscillator. Trader bisa menggunakan MACD, RSI, Stochastics, dan yang sejenisnya.

Pada umumnya para trader menggunakan divergence sebagai indikasi awal terjadinya perubahan arah sebuah trend. Meskipun divergence adalah sinyal sederhana, banyak orang yang bingung dengan divergence trading forex. Hal itu terjadi karena terdapat banyak jenis dan klasifikasi divergence. Namun, terdapat 2 jenis divergence yang dikenal secara umum, yaitu:

1. Divergen Bearish

Divergen ini terjadi saat uptrend. Saat bearish divergen sudah dikonfirmasi, artinya cenderung akan koreksi turun. Cara mengkonfirmasi bearish divergen yang paling mudah adalah, saat garis indikator tersebut turun melewati garis level 0.00. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan pola atau formasi candlestick untuk mengkonfirmasi. Namun perlu anda ketahui jika bearish divergen, cenderung hanya akan diikuti oleh koreksi turun saja.

2. Divergen Bullish

Ketika garis CCI naik dan melewati garis level 0.00 maka titik inilah yang disebut dengan divergent bullish. Bullish divergen biasanya juga hanya diikuti dengan koreksi naik saja.

Kesimpulan

Untuk diketahui, indikator CCI akan berguna lebih efektif ketika kondisi market yang ramai. Artinya, indikator ini tidak begitu efektif jika market tengah dalam kondisi yang sepi. Meski begitu, sinyal beli atau jual yang dihasilkan oleh indikator CCI sangat akurat.

Aktif sebagai penulis berita khusus topik ekonomi dan finansial di Indonesia. Mempunyai pengalaman menulis sejak masih aktif kuliah dengan berbagai penghargaan jurnalisme hingga ke tingkat nasional.
Seorang enthuiastic trading finance writer yang aktif di berbagai komunitas online dan offline serta menulis beragam jenis artikel yang berhubungan dengan dunia ekonomi dan keuangan.
Sempat menangani beberapa event finansial berskala nasional dan internasional dengan berbagai platform.
Dapat dihubungi melalui email [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *