Ini Dia Sejumlah Cara Hindari Kerugian Investasi Forex

Ini Dia Sejumlah Cara Hindari Kerugian Investasi Forex

Investasi forex membutuhkan nyali besar. Tak sedikit yang merugi dan kehilangan ratusan hingga miliaran rupiah akibat perdagangan forex.

Investasi Forex tak ubahnya dengan aktivitas jual beli mata uang asing. Namun perdagangan atau trading forex tidak dilakukan dengan memiliki dan menukarkan langsung fisik uang, misalnya dollar ke rupiah, di bank atau money changer, namun aktivitas jual beli forex dilakukan secara online di bursa berjangka.

Oleh karenanya, kamu pun tak turun langsung untuk melakukan jual beli, melainkan mempercayakan uangmu kepada broker broker resmi dari dalam negeri ataupun luar negeri yang dibawahi langsung oleh otoritas perdagangan berjangka komoditi di masing-masing negara.

Di Indonesia, otoritas tersebut dibawahi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Broker dan pemilik modal akan terikat kontrak berupa perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya mengacu pada nilai kedua mata uang yang dipertukarkan.

Pedagang forex memanfaatkan fluktuasi nilai tukar untuk mendapatkan keuntungan. Resiko yang dihadapi pun akan sangat tinggi, meskipun keuntungan yang dapat diperoleh pun tak sedikit, rata-rata 10 persen-20 persen dalam satu tahun.

Karena investasi ini melibatkan pihak ketiga, yaitu broker, kamu harus memilih broker yang benar-benar dapat dipercaya (Foto: Shutterstock)

Karena investasi ini melibatkan pihak ketiga, yaitu broker, kamu harus memilih broker yang benar-benar dapat dipercaya (Foto: Shutterstock)

Ini sejumlah strategi agar investasi forex tak merugi.

1. Pilih broker yang dapat dipercaya

Karena investasi ini melibatkan pihak ketiga, yaitu broker, kamu harus memilih broker yang benar-benar dapat dipercaya. Broker forex bisa berupa perusahaan, institusi, agen, ataupun individu yang berperan penting dalam mempertemukan penjual dan pembeli forex.

Investasi forex hampir pasti tidak bisa dilakukan oleh pedagang forex individu karena kegiatan ini didominasi oleh bank-bank besar di seluruh dunia di mana transaksi tidak bisa dilakukan dalam jumlah kecil.

Broker forex lah yang akan mengatur agar setiap permintaan dari trader dapat diteruskan ke broker yang lebih besar, hingga nantinya setiap permintaan trader bisa diakomodasi di pasar forex yang besar dan masif.

Broker memperoleh keuntungan dari komisi yang dipotong dari setiap volume yang ditransaksikan oleh trader. Mereka juga bisa mendapatkan uang dari spread atau selisih antara kurs jual dan kurs beli (bid dan ask).

Meskipun demikian, tidak mudah untuk menemukan broker yang dapat dipercaya. Tak sedikit kasus di mana broker menipu trader dan mengambil seluruh keuntungan dari perdangan forex yang dilakukan.

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan broker dalam negeri agar kamu dapat memastikan legalitas broker. Broker luar negeri terkadang tidak resmi sehingga aktivitasnya pun tak bisa dipertanggungjawabkan. Daftar pialang dan broker terdaftar dapat dicek di situs Bappebti di http://bappebti.go.id/pialang_berjangka.

Banyak yang tidak menyarankan perdagangan forex bagi pemula (Foto: Shutterstock)

Banyak yang tidak menyarankan perdagangan forex bagi pemula (Foto: Shutterstock)

2. Beri waktu bagi dirimu untuk beradaptasi

Banyak yang tidak menyarankan perdagangan forex bagi pemula. Menurut mereka trading forex hanya untuk mereka yang sudah berpengalaman dan berinvestasi. Setidaknya bagi mereka yang pernah mencicipi sulitnya berdagang saham. Hal ini disebabkan karena trading forex sangat rumit, bahkan lebih sulit dari pada investasi saham.

Selain harus memiliki pengalaman di investai saham atau emas, seorang pedagang forex sebaiknya memulai perdagangan forex dengan modal kecil untuk adaptasi sebelum terbiasa dan bertransaksi forex dalam jumlah besar. Investor harus menggelontorkan modal awal minimal sekitar 500 USD atau sekitar Rp 65 juta dengan kurs dollar ke rupiah sebesar Rp14.124.

Kamu juga bisa menggunakan akun demo untuk semakin familiar dengan perdagangan forex, sebelum terjun lebih dalam di dalamnya. Kamu pun sebaiknya fokus terhadap pasangan mata uang yang paling kamu pahami, misalnya dollar ke rupiah atau dollar ke yen. Untuk itu, kamu harus fokus mempelajari pergerakan nilai mata uang tersebut dan memahami alasan sosial, politik, dan ekonomi yang mempengaruhi pergerakan tersebut.

Ke depan pun, kamu tetap harus belajar meskipun sudah cukup lama mengenal trading forex. Kamu dapat membuat catatan dari setiap langkah yang kamu ambil saat berdagang forex.

Dengan begitu, kamu dapat menganalisis kesalahan dan keberhasilan yang kamu lakukan sehingga menemukan strategi perdagagan yang tepat untuk mendapatkan keuntungan dan menghindari kerugian. Apalagi kerugian yang disebabkan karena tidak belajar dari kesalahan sehingga terperosok ke lubang yang sama.

Saat memutuskan berdagang forex pastikan kamu memiliki tujuan investasi (Foto: Shutterstock)

Saat memutuskan berdagang forex pastikan kamu memiliki tujuan investasi (Foto: Shutterstock)

3. Kendalikan emosi dan pasang mental baja

Saat memutuskan berdagang forex pastikan kamu memiliki tujuan investasi. Kamu harus bisa mendefinisikan apa tujuan investasimu, berapa keuntungan investasi yang kamu inginkan, dan kapan keuntungan tersebut ingin kamu dapatkan.

Dengan begitu, kamu dapat merencana strategi investasi yang sesuai. Meskipun demikian, kamu tetap harus selalu terbuka dan siap sedia menghadapi segala kemungkinan yang berbeda dengan rencana investasi yang telah kamu buat. Hal ini tak lain disebabkan karena sifat pasar forex yang kondisinya sering tidak terduga.

Kamu pun harus mengendalikan emosi entah itu emosi kegembiraan, euforia, panik atau takut yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusannya yang bisa saja berakibat pada kesalahan fatal. Tak hanya itu, investor forex harus bermental baja karena potensi kerugian akan terus ada. Sehingga, kalaupun mengalami kerugian, kamu harus siap segera bangkit kembali dan melanjutkan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *